Makalah Perang Pattimura

Perang Perlawanan Rakyat Maluku Dalam Menghadapi Pemerintah Hindia – Belanda (Perang Pattimura)
Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Yang
Dibimbing Oleh: Dwi Anita Lestari, S.Pd



Disusun Oleh :

Nama : Nurul Istiqomah
Kelas : XI MIPA 1
No. Absen : 24
NIS: 5379
Semester Ganjil
SMA Negeri 1 Paiton
JL. Pakunuran Paiton – Probolinggo

Tahun Pelajaran 2016/2017


KATA PENGANTAR

Puji  syukur  saya panjatkan  kehadirat  Allah SWT. karena  atas  limpahan  rahmat  dan  karunia – Nya sehingga saya dapat  menyelesaikan “Makalah Perang Perlawanan Rakyat Maluku Dalam Menghadapi Pemerintah Hindia – Belanda (Perang Pattimura)” ini  sesuai dengan waktunya untuk memenuhi tugas mata pelajaran sejarah.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing, ibu Dwi Anita Lestari, S.Pd, yang telah membantu kami dalam mengerjakan tugas proyek ini. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman – teman yang juga sudah memberi kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Kami  mencoba  berusaha  menyusun  makalah  ini  sedemikian  rupa  dengan  harapan  dapat  membantu  pembaca pada umumnya dan siswa pada khususnya dalam  memahami  pelajaran  sejarah terutama dalam bab “Perang Perlawanan Rakyat Maluku Dalam Menghadapi Pemerintah Hindia – Belanda (Perang Pattimura)”.
Kami  menyadari  bahwa  di dalam  pembuatan Makalah Sejarah ini  masih  ada  kekurangan  sehingga  kami  berharap  saran  dan  kritik  dari  pembaca  sekalian  khususnya  dari  guru  mata  pelajaran  Sejarah, ibu Dwi Anita Lestari, S.Pd, agar  dapat  meningkatkan  mutu  dalam  penyajian  berikutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi para siswa.
          Akhir  kata  kami  mengucapkan  terima  kasih.


Paiton, 13 Oktober 2016


Penulis





DAFTAR ISI
Halaman judul                                                                                                             ........... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................................. 2
1.4 Manfaat Penulisan .......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Latar Belakang Perang Pattimura dan Tokoh – Tokoh yang terlibat............................... 3
2.2 Jalannya Peperangan serta akibat yang ditimbulkan oleh perang tersebut........... ........... 4
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................................... 6
3.2 Saran ............................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 7


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Sewaktu Maluku berada di bawah kekuasaan Inggris (1811-1816), rakyat tidak begitu tertekan, bahkan kapal-kapal inggris sering datang membawa barang-barang yang berguna bagi penduduk dan kerja paksa dikurangi. Pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk menjadi pasukan Inggris sebagai pasukan penuh. Ketika Belanda kembali ke Maluku (1817), rakyat gelisah akan terjadi penderitaaan lagi.
Maluku termasuk daerah yang paling awal didatangi oleh Belanda yang kemudian berhasil memonopoli perdagangan. Rempah – rempah Maluku hanya boleh dijual kepada Belanda. Kalau tidak dijual kepada Belanda, maka mereka dicap sebagai penyelundup dan pembangkang.
Berbagai tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial – Hindia Belanda di bawah ini menyebabkan timbulnya perlawanan rakyat Maluku.
v  Penduduk wajib kerja paksa untuk kepentingan Belanda misalnya di perkebunan – perkebunan dan membuat garam.
v  Penyerahan wajib berupa ikan asin, dendeng dan kopi.
v  Banyak guru dan pegawai pemerintah diberhentikan dan sekolah hanya dibuka di kota – kota besar saja.
v  Jumlah pendeta dikurangi sehingga kegiatan menjalankan ibadah menjadi terhalang.
v  Secara khusus yang menyebabkan kemarahan rakyat adalah penolakan Residen Van den Berg terhadap tuntutan rakyat untuk membayar harga perahu yang dipisah sesuai dengan harga sebenarnya.



1.2  rumusan masalah
1.      Apa saja hal yang melatarbelakangi terjadinya perang perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh pattimura dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda serta siapa saja tokoh yang terlibat dalam perang tersebut ?
2.      Bagaimana jalannnya perang perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh pattimura dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda dari awal sampai akhir serta apa saja akibat dari peristiwa perang tersebut ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui hal yang melatarbelakangi terjadinya perang perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh pattimura dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda serta tokoh – tokoh yang terlibat dalam perang tersebut..
2.      Untuk mengetahui jalannnya perang perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh pattimura dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda dari awal sampai akhir serta akibat dari peristiwa perang tersebut.

1.4  manfaat penulisan
1.      Membantu siswa dalam memahami latar belakang terjadinya perang perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh pattimura dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda serta tokoh – tokoh yang terlibat dalam perang tersebut.
2.      Membantu siswa dalam memahami jalannnya perang perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh pattimura dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda dari awal sampai akhir serta akibat dari peristiwa perang tersebut.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Latar belakang terjadinya perlawanan rakyat Maluku di bawah pimpinan Thomas Matulessi yang lebih dikenal dengan nama Kapiten Pattimura.
1.      Kembalinya pemerintahan kolonial Belanda di Maluku dari tangan Inggris. Perubahan penguasa dengan sendirinya membawa perubahan kebijaksanaan dan peraturan. Apabila perubahan itu menimbulkan banyak kerugian atau penghargaan yang kurang, sudah barang tentu akan menimbulkan rasa tak puas dan kegelisahan
2.      Pemerintah kolonial Belanda memberlakukan kembali penyerahan wajib dan kerja wajib. Pada zaman pemerintahan Inggris penyerahan wajib dan kerja wajib (verplichte leverantien, herendiensten) dihapus, tetapi pemerintah Belanda mengharuskannya lagi. Tambahan pula tarif berbagai barang yang disetor diturunkan, sedang pembayarannya ditunda-tunda.
3.      Pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan uang kertas sebagai pengganti uang logam yang sudah berlaku di Maluku, menambah kegelisahan rakyat.
4.      Belanda juga mulai menggerakkan tenaga dari kepulauan Maluku untuk menjadi Serdadu (Tentara) Belanda.
Adapun tokoh – tokoh yang terlibat dalam perang perlawanan rakyat Maluku dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda adalah sebagai berikut :
a)      Kapiten Pattimura (Thomas Mattulessi)
b)      Christina Martha Tiahahu
c)      Paulus Tiahahu (ayah Christina Martha Tiahahu)
d)     Lukas Lutamahina
e)      Johanes Mattulessi
f)       Thomas Pattiwwail




2.1  Jalannya perang Pattimura
Pattimura mempunyai nama asli Thomas Matulessi. Ia dilahirkan di Saparua, Maluku pada tahun 1783. Pattimura adalah pemimpin rakyat Maluku dalam melawan penjajah Belanda. selama perjuangannya, Pattimura di bantu oleh Kristina Martha Tiahahu. Dibawah pimpinan  Pattimura, rakyat Maluku mengadakan perlawanan.pada tahun1817. Berawal dari perlawanan rakyat Maluku di Saparua tersebut, kemudian berkobar perlawanan di pulau – pulau lainnya.
Para tokoh dan pemuda Maluku melakukan serangkaian pertemuan rahasia di pulau Haruku (yang dihuni orang – orang islam) dan juga di pulau Saparua (yang dihuni orang – orang kristen) di sebuah tempat yang sering disebut hutan Kayuputih pada tahun 1817. Dalam pertemuan itu, disimpulakan bahwa rakyat Maluku tidak ingin menederita teru – menerus. Oleh karena itu, perlu mengadakan perlawanan terhadap pemerintah Hindia – Belanda.
Serangan yang dimulai pada tanggal 15 Mei 1817 dengan mengahncurkan kapal – kapal Belanda di pelabuhan dan menyerbu pos Belanda di Porto. Residen Van den Berg (pemimpin Belanda waktu itu) dapat ditawan, namun kemudian dilepas lagi. Keesokan harinya rakyat mengepung benteng Duurstede dan direbut dengan penuh semangat. Seluruh isi benteng itu dibunuh termasuk residen Van den Berg beserta keluarga dan para perwira lainnya. Rakyat Maluku berhasil menduduki benteng Duurstede. Setelah kejadian itu, Belanda mengirimkan pasukan yang kuat dari Ambon dengan persenjataan lengkap sebanyak 300 prajurit dibawah pimpinan Mayor Beetjes. Ekspedisi ini berangkat tanggal 17 Mei 1817.
Namun, bantuan itu dapat dapat digagalkan oleh pasukan Pattimura. Pada tanggal 20 Mei 1817, pasukan itu tiba di Saparua dan terjadilah pertempuran dengan pasukan Pattimura. Pasukan Belanda dapat dihancurkan dan Mayor Beetjes mati tertembak. Belanda berusaha mengadakan perundingan dengan Pattimura namun tidak berhasil sehingga peperangan terus berkobar. Belanda terus – menerus menembaki daerah pertahanan Pattimura dengan meriam, sehingga benteng Duurstede terpaksa dikosongkan dan Pattimura mundur, benteng diduduki Belanda. Selanjutnya, Pattimura memusatkan perhatiannya untuk menyerang benteng Zeelandia di Haruku. Melihat, gelagat Pattimura, maka Belanda memperketat pengawasannya dibawah pimpinan Groot. Sehingga Pattimura gagal menembus benteng. Tetapi kedudukan Belanda dalam benteng menjadi sulit karena terputus dengan daerah lain. Belanda minta bantuan dari Ambon. Setelah bantuan Belanda dari Ambon yang dipimpin oleh Kapten Lisnet dan Mayer datang, Belanda mengadakan serangan besar – besaran (November 1817). Sehingga Pasukan Pattimura akhirnya kewalahan dan terpukul mundur. Pattimura dan kawan-kawannya tertangkap. di sebuah rumah di Siri Sori dan langsung di bawah ke Ambon ( Ibukota Maluku ).
Di sana beberapa kali dia dibujuk agar bersedia bekerja sama dengan pemerintah Belanda namun selalu ditolaknya. Ucapan-ucapan puitis yang penuh tamsil diucapkan oleh kapiten Pattimura saat menolak semua kerjasama yang di ajukan Belanda, “Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya (demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan menggantinya”.
ARTINYA : PATTIMURA - PATTIMURA TUA BOLEH DI HANCURKAN, TETAPI KELAK PATTIMURA – PATTIMURA MUDA AKAN BANGKIT
Oleh karena penolakan Pattimura terhadap kerjasama tersebut, Belanda pun menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 mengakhiri perjuangannya. Kapitan Pattimura gugur sebagai Pahlawan Nasional. Dari perjuangannya dia meninggalkan pesan tersirat kepada pewaris bangsa ini agar sekali-kali jangan pernah menjual kehormatan diri, keluarga, terutama bangsa dan negara ini.
Mereka menjalani hukuman gantung pada bulan Desember 1817 di Ambon. Paulus Tiahahu tertangkap dan menjalani hukuman gantung di Nusalaut. Christina Martha Tiahahu dibuang ke pulau Jawa. Selama perjalanan ia tutup mulut dan mogok makan yang menyebabkan sakit dan meninggal dunia pada tanggal 2 Januari 1818. Jenazahnya dibuang ke laut antara pulau Buru dan pulau Tiga. Berakhirlah perlawanan Pattimura.
Untuk jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura dikukuhkan sebagai “PAHLAWAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN” oleh pemerintah Republik Indonesia
Adapun akibat dari adanya peristiwa perang tersebut adalah:
1.      Semakin kuatnya kedudukan pemerintah Hindia – Belanda di Indonesia.
2.      Belanda semakin merajalela dalam hal monopoli perdagangan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pattimura mempunyai nama asli Thomas Matulessi. Ia di lahirkan di Saparua, Maluku pada tahun 1783. Pattimura adalah pemimpin rakyat Maluku dalam melawan penjajah Belanda. selama perjuangannya, pattimura dibantu oleh Christina Martha Tiahahu. Dibawah  pimpinan Pattimura rakyat  Maluku  mengadakan  perlawanan. pada  tahun1817 di Saparua. Perlawanan tersebut kemudian berkobar di pulau – pulau lainnya. Pada  tahun1817, benteng Duurstede milik Belanda berhasil direbut oleh rakyat Maluku. Kekalahan tersebut memaksa pihak Belanda mengirimkan pasukan lebih banyak. Akibatnya kekuatan menjadi tidak seimbang. Dibawah pimpinan Kapten Lisnet dan Mayer, Belanda   berhasil  mendesak  pasukan Pattimura. Akhirnya, perlawanan rakyat Maluku berakhir dengan tertangkapnya Pattimura dan para pejuang lainnya. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dijatuhi hukuman gantung di depan Benteng Nieuw Victoria. Mereka gugur sebagai pahlawan dalam membela rakyat yang tertindas.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini, penulis berharap kepada pembaca khususnya kepada para siswa agar dapat memahami materi tentang latar belakang terjadinya perang perlawanan rakyat Maluku dalam menghadapi pemerintah Hindia – Belanda, tokoh – tokoh yang terlibat dalam perang tersebut, jalannya perang dari awal sampai akhir serta akibat dari adanya peristiwa perang tersebut. Selain itu, penulis juga berharap kepada masyarakat, para pembaca, khususnya kepada para siswa agar dapat meningkatkan rasa nasionalisme serta menghargai jasa – jasa para pejuang dan pahlawan bangsa Indonesia yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktikum 14 - Menyusun hasil materi desain thinking sesuai format PKM

Prak-10 EDIPT Pada Buku TA MMB

Praktikum 13 - Implementasi Design Thinking 2