Laporan PKL
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
PRAKTIKUM BIOLOGI KE TAMAN NASIONAL BALURAN
Disusun oleh :
Nama : Nurul Istiqomah
Kelas : X MIPA 1
No absen : 27
NIS : 5379
SMA NEGERI 1 PAITON
Jl. Raya Pakuniran – Paiton
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kepada Allah SWT karena berkat karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun dengan maksud untuk
memberikan informasi dan pengetahuan tentang keanekaragman hayati yang ada di
taman nasional Baluran guna menambah wawasan penulis.
Demi untuk
mendapat informasi pengetahuan tersebut maka tugas ini disusun dan dibuat
selain sebagai pengetahuan dan informasi tugas ini juga untuk memenuhi tugas pelajaran
biologi.
Semoga tugas
ini bermanfaat bagi para pembaca dan siswa – siswi khususnya.
Paiton, 3 Mei 2016
Guru pelajaran Biologi
Praktikan
Tutik Munawati, S,Si M.Pd
Nurul Istiqomah
NIP : NIS
: 5379
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang
Taman nasional Baluran
terletak di Kecamatan Baluran Kabupaten Situbondo Jawa Timur.Taman nasional ini
merupakan salah satu hutan yang dilidungi pemerintah di Indonesia. Taman
nasional Baluran memiliki luas area mencapai 25000 Ha. Didalamnya terdapat
sekitar 4400 jenis flora dan fauna. Taman nasional ini memiliki keanekaragaman
hayati yang cukup tinggi, mulai dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman
tingkat spesies, sampai keanekaragaman tingkat ekosistem. Taman nasional
baluran sering disebut miniatur vegetasi dari vegetasi yang ada di Indonesia,
maksudnya cerminan vegetasi – vegetasi di Indonesia. Selain itu taman nasional
baluran ini memang dijadikan objek untuk tempat penelitian, baik dari kalangan
pelajar sekolah menengah pertama (SMP), pelajar sekolah menengah atas (SMA)
bahkan dari kalangan mahasiswa pun juga banyak yang melakukan penelitian di
taman nasional Baluran ini. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang telah
melekukan penelitian di taman nasional baluran ini yang telah berhasil
menyangdang gelar Prof. Pada kegiatan PKL kami ke taman nasional Baluran ini,
ada 4 tempat yang menjadi objek penelitian kami, yakni hutan Evergreen, Savana,
hutan Mangrove dan yang terakhir adalah pantai Bama.
1.2.Rumusan
masalah :
1.
Apa
saja keanekaragaman hayati yang ada di Evergreen?
2.
Apa
saja keanekaragaman hayati yang ada di Savana ?
3.
Apa
saja keanekaragaman hayati yang ada di pantai Bama ?
4.
Mengapa
hutan evergreen selalu hijau sepanjang tahun, tidak seperti hutan – hutan
lainnya yang ada di taman nasional Baluran ?
1.3.Tujuan
:
1.
Untuk
mengetahui keanekaragaman hayati yang ada di Evergreen.
2.
Untuk
mengetahui keanekaragaman hayati yang ada di Savana.
3.
Untuk
mengetahui keanekaragaman hayati yang ada di pantai Bama.
4.
Untuk
mengetahui penyebab hijaunya hutan evergreen sepanjang tahun yang tidak sama
dengan hutan – hutan lainnya yang ada di taman nasional Baluran.
1.4.Manfaat
:
1.
Agar
siswa mampu mengetahui keanekaragaman hayati apa saja yang ada di hutan
Evergreen baik dari tingkat keanekaragaman gen, spesies sampai keanekaragaman
ekosistem.
2.
Agar
siswa mampu mengetahui keanekaragaman hayati apa saja yang ada di Savana baik
dari tingkat keanekaragaman gen, spesies sampai keanekaragaman ekosistem.
3.
Agar
siswa mampu mengetahui keanekaragaman hayati apa saja yang ada di pantai Bama
baik dari tingkat keanekaragaman gen, spesies sampai keanekaragaman ekosistem.
4.
Agar
siswa mengetahui penyebab hijaunya hutan evergreen sepanjang tahun yang tidak
sama dengan hutan – hutan lainnya yang ada di taman nasional Baluran.
BAB II
METODOLOGI
PENELITIAN
2.1.
WAKTU DAN TEMPAT
Praktikum Kerja Lapangan (PKL)
dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Mei 2015 di taman nasional Baluran,
Situbondo Jawa Timur.
2.2.
ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan pada
kegiatan ini adalah camera dan alat tulis
2.3.
SKEMA KERJA
Ditentukan tempat yang
menjadi objek penelitian yaitu evergreen, savanna, mangrove dan bama
|
Ditentukan sumbu utama
|
Dicatat nama dari setiap
spesies flora dan fauna yang di jumpai
|
Mengambil gambar dari setiap
spesies flora fauna yang dijumpai
|
Dicatat factor biotic dan
abiotik yang ada di setiap tempat yang menjadi objek penelitian
|
Dicatat factor biotic dan
abiotik yang ada di setiap tempat yang menjadi objek penelitian
|
Dicatat keanekaragaman hayati
apa saja yang ada di setiap tempat yang menjadi objek penelitian
|
Mendokumentasikan hasil
gambar atau foto yang didapat
|
Hasil
|
BAB III
PEMBAHASAN
Ada 4 tempat yang
menjadi objek pengamatan kami dalam PKL ini. Yaitu hutan Evergreen, Savanna,
hutan Mangrove dan pantai Bama.
A. HUTAN
EVERGREEN
Hutan evergreen ini
memiliki keunikan diantaranya : hutan ini merupakan satu – satunya wilayah
didalam taman nasional Baluran yang tidak pernah mengalami kekeringan memskipun
pada musim kemarau. Dimedia komunikasi seperti Koran, televisi dan sebagainya
sering kita mendengar adanya kebakaran hutan. Di taman nasional Baluran ini
ternyata juga pernah terjadi kebakaran hutan dan satu – satunya wilayah yang
hampir tidak pernah mengalami kebakaran adalah hutan Evergreen ini. Di hutan
Evergreen ini, kami mengamati serta mencatat setiap jenis flora dan fauna yang
kami jumpai disana serta keanekaragaman hayati yang ada disana juga ekosistem
penyusun – penyusunnya. Berikut ini beberapa jenis flora yang kami jumpai selama di hutna Evergreen
:
1. Pohon
Gebang
Pohon Gebang ini
merupakan anggota family palmea. Pohon Gebnag ini memiliki manfaat bijinya
dapat dibuat tasbih selain itu bijinya juga dapat dimakan. Pohon Gebang ini
tumbuhnya hanya sekali dalam seumur hidupnya. Setelah besar dan berbiji, pohon
Gebang ini akan menggugurkan bijinya kemudian daunnya akan layu dengan
sendirinya serta secara perlahan akan mati. Setelah itu akan tumbuh pohon
Gebang baru dari biji – bijinya yang digugurkan tadi. Berikut ini gambar pohon
Gebang :
2. Pohon timongo dan Telok
Tidak banyak info
pengetahuan yang kami dapatkan tentang pohon jenis ini mengingat terbatasnya
waktu kami. Berikut ini gambar yang kami peroleh tentang pohon Timongo dan
Telok :
3. Pohon
Serut
Seperti pohon Telok
dan pohon Timongo, kami juga tidak memiliki banyak info pengetahuan mengenai
pohon Serut ini. Namun kami hanya bias mengambil gambar pohon serut ini.
4. Tugu
merah
Menurut info yang kami
dapat, tugu merah ini berfungsi untuk mengetahui seberapa kerusakan yang
terjadi di hutan ini dan apa yang akan terjadi pada hutan Evergreen ini. Selain
di hutan Evergreen, di beberapa wilayah di taman nasional Baluran ini juga
dipasang beberapa tugu merah ini. Berikut ini gambar yang kami dapat tentang
tugu merah :
B. SAVANNA
Setelah dari hutan Evergreen
ini, kami beranjak melanjutkan perjalanan ke Savanna. Disana kami hanya
mengambil gambar memantau keadaan savanna dari dalam kendaraan saja. Hal ini
dikarenakan di savanna faunanya sangat liar seperti banteng, dan hal itu akan
sangat berbahaya bagi kami apabila mengamati dan meneliti flora dan fauna yang
ada disana diluar kendaraan. Berikut ini gambar yang kami peroleh ketika di
savanna.
C.
Hutan Mangrove
Setelah dari Savanna
kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke hutan Mangrove (hutan bakau). Hutan
bakau ini terletak di pantai Bama. Di hutan Mangrove ini, kami menjelajahi,
mengamati dan meneliti flora dan fauna yang ada disana. Berikut ini gambar yang
kami peroleh selama di hutan Mangrove.
1. Pohon
Bakau
Pohon bakau sering
kali kita jumpai di pantai – pantai. Pohon bakau berfungsi mencegah terjadinya
abrasi. Pohon bakau ini memiliki akar yang menyerupai kaki yang disebut akar
tunjang. Akar pada pohon bakau ini berbeda dengan akar pada tumbuhan yang lain.
Akar bakau ini berada di permukaan tanah, hal ini untuk mengambil oksigen dari
udara.
2. Pohon
ketapang
Mengenai pohon
Ketapang ini, kami tidak banyak tau tentang pohon ini namun kami hanya
mengambil gambarnya sewaktu kami berada di hutan Mangrove kemudian
mendokumentasikannya.
3. Pohon
Malengen
Menurut info yang kami
dapatkan, pohon malengen ini memiliki getah yang sangat beracun yang keluar
dari batang, daun dan bunganya. Getah dari pohon Malengen ini jika terkena mata
akan mengakibatkan kebutaan yang sampai saat ini masih belum ditemukan obatnya.
Sehungga berhati – hatilah saat melewati pohon ini jangan sampai mematahkan
batang atau memetik daun maupun bunganya karena dikhawatirkan getahnya akan
muncrat dan mengenai mata.
4. Beberapa
jenis pohon lainnya
Banyak dari sekian
jenis pohon yang ada di hutan Mangrove yang kami tidak banyak mendapatkan info
tentangnya mengingat terbatasnya waktu yang kami miliki. Namun dari sekian
jenis pohon tersebut kami berhasil mengambil gambarnya. Berikut ini gambar dari
beberapa jenis pohon yang ada di hutan
Mangrove :
5.
Jenis jeruk –
jerukan
Selain
pohon – pohon besar dan pohon bakau, ternyata di hutan Mangrove juga terdapat
jenis pohon jeruk – jerukan. Dikatakan pohon jeruk – jerukan karena buah
jeruknya sanagat kecil berbeda dengan buah jeruk yang ada di pasar – pasar yang
kita ketahui pada umumnya.
6.
Pohon ronggean
Pohon
ronggean ini memiliki gatang yang kecil, namun memiliki duri yang sangat tajam
bahkan jika baju, kerudung atau bahkan kulit kita kesangkut duri pohon ronggean
ini maka bisa robek. Jadi berhatilah – hatilah ketika melewati pohon ronggean
ini.
7.
Sumber Manting
Di
hutan Mangrove ini, ada yang unik yaitu adanya sumber air yang ada dalam sebuah
gentong yang dinamai ‘Sumber Manting’. Konon katanya menurut kepercayaan orang
– orang zaman dahulu, jika kita mencuci wajah atau meminum air sumber manting
ini, maka kita akan awet muda.
D. PANTAI
BAMA
Pantai Bama ini,
lautnya masih bersih dan belum terkotori ataupun dicemari oleh tangan – tangan
manusia. Keindahan pemandangan alam di pantai ini masih sangat alami. Makanya
tak heran jika banyak orang memilih pantai ini sebagai objek untuk berlibur
menyegarkan pikiran. Disini, kami melihat banyak wisatawan asing yang berlibur
di pantai ini. Selain itu, disini terdapat banyak biota laut yang jarang untuk
bisa kita temui di pantai – pantai lain pada umumnya. Di pantai Bama ini, kita
mencatat jenis – jenis biota laut yang ada di pantai Bama.
1. Padang
Lamun
Padang lamun ini
merupakan bagian dari pantai yang ditumbuhi berbagai spesies algae seperti
tampak pada gambar di atas.
2. Timun
Laut
Timun laut ini
merupakan salah satu dari biota laut yang kami jumpai di pantai Bama. Timun
laut ini memiliki tubuh yang lunak .
3. Algarina
Algarina ini merupakan
salah satu jenis alga yang kami temukan di pantai Bama ini. Algarina ini masuk
ke dalam kelompok kingdom Protista yaitu
memiliki mebran inti.
4. Terumbu
Karang
Pantai Bama ini masih
terjamin keasliannnya sehingga treumbu karang mudah kita temukan di pantai ini.
Hal ini karena pantai Bama ini bagian dari taman nasional Baluran sehingga
pantai Bama ini juga dilindungi oleh pemerintah. Berikut ini gambar salah satu
terumbu karang yang kita temui di pantai Bama.
BAB
IV
PENUTUP
Kesimpulan
:
Taman nasional adalah
hutan yang dilindungi oleh pemerintah. Sehingga alamnya seperti flora maupun
faunanya masih asli. Salah satu taman nasional yang ada di Indonesia adalah
taman nasional Baluran.taman nasional Baluran ini terletak di kecamatan Baluran,
kabupaten Situbondo Jawa Timur. Di taman nasional Baluran ini memiliki
keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Mulai dari keanekaragaman hayati
tingkat gen, spesies dan ekosistemnya.
Saran
:
Makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengaharapkan adanya kritik dan
saran dari para pembaca ataupun para partisipan agar makalah ini lebih baik
lagi. Selain itu penulis sangat berharap agar makalah ini bias bermanfaat untuk
para pembaca dalan bidang ilmu pengetahuan alam khususnya bidang biologi
terutama dalam memahami keanenekaragaman hayati alam.

Komentar
Posting Komentar